Teknik Geologi, mempelajari bumi lewat batu
Teknik Geologi, bukan jurusan yang popular tapi prospektif. Itulah
quote pertama yang saya dapat dari dosen di hari pertama saya kuliah di
Teknik Geologi Universitas Diponegoro. Jurusan ini memang sangat tidak
popular di masa saya lulus SMA (tahun 2006), mungkin sekarang sudah
sedikit lebih dikenal semenjak para ahli geologi mulai muncul di TV,
khususnya pada saat kehebohan bencana gunung merapi, tragedy lumpur
sidoarjo, gempabumi, tsunami, bahkan fenomena situs purbakala gunung
padang.
Geos (Bumi) Logos (ilmu), secara
sederhana Geologi adalah ilmu yang mempelajari bumi, wilayah yang
dipelajari mulai dari inti bumi sampai kerak bumi (litosfer). Geologi
tidak bisa lepas dari ilmu dasar yang lain, seperti fisika, kimia,
biologi, matematika dan kalau boleh saya tambahkan geologi sangat
bermain dengan logika. Di luar sana, geologi masuk di dalam fakultas
Earth Sciene, dan ahli geologi disebut sebagai scientist, sedangkan di
Indonesia, geologi masuk kedalam ilmu terapan, sehingga untuk saat ini
semua jurusan geologi di Indonesia berada dibawah fakultas teknik, dan
lulusannya pun disebut sebagai engineer atau Sarjana Teknik.
The present is the key to the past adalah
prinsip yang dipegang oleh semua ahli geologi seluruh dunia, teori
tersebut lahir dari bapak geologi modern, yaitu James Hutton. Geologi
adalah ilmu yang mempelajari masa lalu (past) dengan mengamati kejadian
alam yang terjadi di masa sekarang (present), karena apa yang dilakukan
bumi saat ini juga pasti terjadi di masa lalu. Di masa sekarang, banyak
yang menambahkan prinsip tadi menjadi, the present is the key to the past, and future, dengan mempelajari perilaku bumi saat ini kita bisa mengetahui kejadian masa lalu dan memprediksi kejadian masa depan.
Tahukah anda bahwa bumi kita sudah
berumur 4,5 miliar tahun? Tahukah anda bahwa pulau papua dulunya pernah
menjadi satu dengan Australia? Dan tahukah anda bahwa pulau jawa dulunya
ada di bawah laut? Ya ahli geologi mengetahui itu semua, mereka
mempelajari itu. Bagaimana caranya mereka tahu itu semua? Yaitu dengan
membaca petunjuk yang ditinggalkan bumi, petunjuk itu terekam secara
abadi di dalam batuan, karena itulah geologi identik dengan BATU! Yeah, we love rocks!
Buat yang suka baca komik detektif conan,
mungkin menjadi geologist adalah jalan hidup yang cocok untuk anda.
Saya menganalogikan ahli geologi sebagai earth detective! Mereka
merekonstruksi kejadian berjuta-juta tahun lalu dengan mencari
bukti-bukti yang tersebar luas di muka bumi, mereka harus pintar
menganalisa, memainkan logika, dan merangkai cerita. Seru kan?
Pencarian jejak-jejak perilaku bumi
tersebut dilakukan di alam, dan dianalisis di laboratorium. Sungai,
gunung, pantai, goa, danau, delta, gurun, adalah tempat dimana
jejak-jejak rekaman bumi tadi tersembunyi, maka ahli geologi identik
dengan pekerja lapangan, mereka cukup sering untuk naik turun gunung
lewati lembah layaknya ninja hatori, berenang dipantai layaknya
Baywatch, menyusuri sungai dan bebatuan, saya menyebutnya sebagai
aktivitas belajar yang menyenangkan.
Setelah tahu kejadian bumi berjuta-juta tahun lalu, so what!? Apa
pentingnya buat kita? Siapa yang mau memperkerjakan ahli geologi
tersebut? Naah, ini yang belum banyak diketahui orang, bahwa selama bumi
masih ada maka kebutuhan terhadap para ahli kebumian (geologist) juga
akan tetap ada. Ilmu geologi ini cukup luas,untuk mempermudah
penjelasannya maka saya memakai analogi dokter. Dokter umum mempelajari
semua bagian tubuh manusia, akan tetapi karena tubuh manusia ini terdiri
dari banyak organ yang butuh keahlian khusus dalam mempelajarinya, maka
lahirnya dokter-dokter spesialis, seperti dokter gigi, dokter mata,
dokter kandungan, dokter kulit, dan lain-lain. Naah bumi-pun juga
seperti itu, organ penyusun bumi tentu lebih banyak dibandingkan dengan
tubuh manusia kan? Maka dari itu ilmu geologi-pun juga dipecah menjadi
beberapa bidang keahlian, yang kalau boleh saya sederhanakan adalah
sebagai berikut:
Geologi bidang ekstraksi, yaitu geologist
yang pandai dalam mencari dimana lokasi sumberdaya alam berada, apa
saja sumberdaya alam itu?
- Minyakbumi
- Batubara
- Mineral ekonomis (emas, perak, nikel,timah, bauksit, uranium, dll)
- Air tanah
- Geothermal (panasbumi)
Geologi bidang mitigasi, yaitu geologist
yang ahli dibidang manajemen bencana alam sehingga mengurangi potensi
dampak negative yang terjadi akibat bencana alam tersebut. Bencana alam
yang dipelajari contohnya:
- Letusan gunung api
- Tsunami
- Gempabumi
- Tanah longsor
- Land subsidence (amblesan tanah)
- Banjir
Geologi bidang perencanaan wilayah dan
tata kota, yaitu geologist yang berperan dalam konsep penyusunan rencana
tata ruang suatu kota. Adapun bidang yang digelutinya adalah:
- Geologi lingkungan
- Konstruksi gedung, jembatan, rel kereta, bendungan, jalan raya.
- Rekayasa geologi
- Geologi teknik
Dengan cakupan ilmu yang cukup luas
tersebut, maka lulusan teknik geologi bisa diterima di tempat manapun.
Saat ini, mayoritas lulusan geologi banyak yang diserap oleh industri
perminyakan dan pertambangan, sedangkan yang berkiprah di bidang
kebencanaan dan tata ruang kota masih belum begitu banyak, sehingga
prospek kerja ke depan masih terbuka lebar. Saat ini, setahu saya ada
sekitar 18 kampus (baik S1 maupun D3) di indonesia yang memiliki jurusan
teknik geologi, anggaplah 1 kampus memilki mahasiswa 50 orang dalam 1
tahun, maka setiap tahunnya Indonesia memiliki sarjana teknik geologi
sebanyak 900 orang. Dengan 33 provinsi, dan 17.000-an pulau yang ada di
Indonesia, maka jumlah 900 geologist/tahun tentu saja masih terlalu
sedikit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar