Jika kita berjalan-jalan, kita yang seorang geologist, pasti akan
tertarik jika melihat sebuah singkapan batuan. untuk seorang geologist
lapangan, peralatan standar yang dibawa adalah palu geologi, lup, kompas
geologi, meteran, HCl, dan buku catatan. sehingga suatu singkapan
batuan bisa dideskripsi sementara secara megaskopis sebelum dibawa ke
laboratorium untuk analisa petrografi.
Jika kita menemukan batuan sedimen, sepertinya bukan hanya sedimen,tapi
semua batuan. bukan hanya deskripsi batuan saja yang perlu kita lakukan.
Pertama kita harus menentukan lokasi, bisa plot pada peta, atau catat
posisi kita yang tertera pada GPS. Kemudian kita melakukan observasi
singkapan dilihat secara keseluruhan agar bisa tertata dalam benak kita
bayangannya dalam skala luas. Kemudian deskripsi batuan yang masih
segar... Catat apa yang kita lihat... Kemudian korelasi dengan singkapan
lain.
Untuk korelasi ini, kita harus mengetahui kedudukan lapisan batuan. Kita perlu mengukur jurus (strike) dan kemiringan (dip). Pertama kita ukur strike-nya. Tempelkan bagian kompas yang bertuliskan arah east pada top lapisan. Posisikan bubbles pada tengah lingkaran. Baca angka yang berimpit dengan arah north. Itulah strike lapisan yang kita ukur. Goreskan kompas sehingga didapatkan garis lurus.Tempelkan bagian kompas berarah west
tegak lurus dengan garis yang telah kita buat tadi (sehingga tangan
penunjuk mengarah searah dip). Ubah klinometer sehingga bubbles di
tengah. Baca sudut yang berimpit dengan angka 0. Cara pengukuran ini
adalah default agar kita mendapat besaran standar sesuai aturan tangan kanan.
Penulisan kedudukan ada dua cara. Cara pertama menggunakan azimuth strike dituliskan berapa derajat dari utara berputar ke timur dan dip bisa ditulis menggunakan arah atau aturan tangan kanan. aturan tangan kanan yaitu jika kita berdiri searah strike, maka dip selalu berada di sebelah kanan kita. Misalkan N270°E/23° berarti strike berarah barat dengan dip
sebesar 23° berarah utara atau bisa juga dengan dituliskan dengan
memberikan arah kemiringan lapisan di belakang besar kemiringan (contoh
lain dan tidak menggunakan kaidah tangan kanan) N225°E/35°SE maka strike berarah barat daya dan dip
sebesar 35° berarah tenggara. Cara kedua menggunakan kuadran. Arah
dibagi menjadi empat kuadran. N-E, N-W, S-E, S-W... Penulisan dip-nya menggunakan yang berarah misal S30°W/20°NW. Kita memiliki strike berarah 30° dari selatan menuju barat (barat daya) dan dip sebesar 20° ke arah barat laut. akan tetapi, lebih baik kita mencantumkan dip direction juga untuk menghindari kesalahan pengeplotan pada peta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar